Selasa, 27 September 2016
Dia tak lagi bersuara
Hening, begitulah malam ini. Seperti malam-malam sebelumnya. Berteman secangkir kopi dan sepuntung rokok. Amat lihai dia memainkan asap yang menyembul dari mulut hitamnya. Seakan tak ada yang terjadi. Namun bisik lembut sang hujanlah yang tau. Mengapa dia tak menyebut satu kata pun. Seolah semua orang paham akan apa yang diinginkannya walau tanpa mengatakannya. Malam yang sepi semakin sepi. Sempurna hujan membungkus kesunyian ini. Hanya deras rintik hujan. Dan malam ini, saat semua orang tak menghiraukannya, disitulah dia berubah. dia yang benar-benar sudah berubah, tak mengetahui bahwa bocah kecil di balik pintu tengah melihatnya. Ya, hanya bocah itulah yang tau. Dan semenjak saat itu, sang bocah juga terdiam. untuk selamanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar