Senin, 10 Oktober 2016

MENUNGGU PELANGI

matahari kini tak mau menampakkan cerianya. Begitu pula langit tak mau menjadi biru. mereka berdua tertutup oleh sang awan yang mengamuk. Ya, awan sedang murka. dia lelah melihat manusia hilir mudik tak jelas tujuannya, berlarian kesana kemari. sang awan lelah. tak ada satupun yang memperhatikan dirinya. hanya ketika hujan. hanya ketika dia menghitam, manusia mulai prihatin. awan yang menghitam akan menurunkan hujan. dan ya benar saja. hujan kali ini tak tanggung. dia terus menerus mengeluarkan segala daya agar amarahnya reda. Awan hitam itu sekarang berlarian. dari satu daerah ke daerah yang lain. dia ganti mngerjai manusia. dia sekarang senang. dan lihatlah manusia, semua panik. banjir dimana-mana. tak terkendali. dan begitulah alam membalas semua perbuatan manusia. kini tinggalah kenangan, senyummu wahai mentari. semoga kau kembali datang membawa kebahagiaan, keceriaan dan rasa senang.