Senin, 10 Oktober 2016

MENUNGGU PELANGI

matahari kini tak mau menampakkan cerianya. Begitu pula langit tak mau menjadi biru. mereka berdua tertutup oleh sang awan yang mengamuk. Ya, awan sedang murka. dia lelah melihat manusia hilir mudik tak jelas tujuannya, berlarian kesana kemari. sang awan lelah. tak ada satupun yang memperhatikan dirinya. hanya ketika hujan. hanya ketika dia menghitam, manusia mulai prihatin. awan yang menghitam akan menurunkan hujan. dan ya benar saja. hujan kali ini tak tanggung. dia terus menerus mengeluarkan segala daya agar amarahnya reda. Awan hitam itu sekarang berlarian. dari satu daerah ke daerah yang lain. dia ganti mngerjai manusia. dia sekarang senang. dan lihatlah manusia, semua panik. banjir dimana-mana. tak terkendali. dan begitulah alam membalas semua perbuatan manusia. kini tinggalah kenangan, senyummu wahai mentari. semoga kau kembali datang membawa kebahagiaan, keceriaan dan rasa senang.

Selasa, 27 September 2016

Dia tak lagi bersuara

Hening, begitulah malam ini. Seperti malam-malam sebelumnya. Berteman secangkir kopi dan sepuntung rokok. Amat lihai dia memainkan asap yang menyembul dari mulut hitamnya. Seakan tak ada yang terjadi. Namun bisik lembut sang hujanlah yang tau. Mengapa dia tak menyebut satu kata pun. Seolah semua orang paham akan apa yang diinginkannya walau tanpa mengatakannya. Malam yang sepi semakin sepi. Sempurna hujan membungkus kesunyian ini. Hanya deras rintik hujan. Dan malam ini, saat semua orang tak menghiraukannya, disitulah dia berubah. dia yang benar-benar sudah berubah, tak mengetahui bahwa bocah kecil di balik pintu tengah melihatnya.  Ya, hanya bocah itulah yang tau. Dan semenjak saat itu, sang bocah juga terdiam. untuk selamanya.

Sajak Kematian

Senja kelabu menghampiriku
Memendam semua hasrat sukmawi
Rasa ingin membawamu
Bersua dalam penantian nan sejati
         Andai terdengar jeritan lara
         Kuyakin kau tak kuasa bertahan
         Sesak, sepi, sendu bertemankan
         Pelita tiada datang menghampiri
inilah kawan
cerita itu tak kan pernah usai
hingga alam bosan  melihatnya
berkalungkan kenistaan
         Itulah kau, kematian
         Tak mungkin bisa aku lari
         Seberapa pun kuat aku melangkah menjauh
        Kau tetap mampu menyeretku
        Menembus alam yang tiada berujung itu

Lalai

aku lah orang yang lalai. aku begitu bodohnya terlalu nmenganggap mudah segala hal. sebenarnya aku sadar bahwa aku ini  orang yang lemah. tak tau mengapa aku meng-iya-kan saja apa yang menjadi tugasku, walau aku tak mampu menyelesaikannya. aku benar-benar merasa orang terbodoh. aku menyesali hal yang sudah lalu. waktu yang terbuang sia-sia.
 ya allah...mengapa terlalu begini nasibku. mungkin aku bisa dimaafkan orang lain. tapi aku tidak bisa menjadi orang yang seperti ini terus. bagaimana aku bisa berubah ya rabb?? aku sungguh kesal dengan diriku sendiri. ini menyangkut hidup orang banyak dan aku yang membawa tanggung jawab itu. aku benar-benar tak ingin menjadi seperti ini terus. apalah gunanya aku kuliah, sekolah tinggi, jika kau tidak mampu mencapai hal-hal yang seharusnya bisa aku capai. ampunilah aku allah. aku selalu mengutuk diri sendiri. aku tau engkau menciptakanku bukan tanpa alasan. aku tau semua ini pasti ada hikmahnya. namun aku tak tau seperti ap hikmah itu. hanya satu yang ada di pikiranku. aku yakin. aku percaya dengan kuasamu yang maha agung itu.
astaghfirullah... ampuni hambamu ini ya allah..
laa haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adziim...

Jumat, 17 Juni 2016

Remember

merenung, melamun, memikirkan diri sendiri itu hal yang wajar.

bagaimana dengan merenungkan dan memikirkan atas kemaslahatan ummat? pernahkah anda melakukannya? dan bagaimana cara anda mewujudkannya?
- diluar sana banyak sekali orang yang bermimpi, berharap, dan berangan-angan. tetapi sedikit dari mereka yang berani bertindak, mengambil resiko, bergerak dan bangkit dari keterpurukan. berusaha membuat perubahan.

dan sekarang, bagaimana cara anda bangkit dari kehidupan yang menjenuhkan ini?
-buat satu keputusan. satu langkah. awal yang baik akan menghasilkan akhir yang baik pula. percayalah hal ini dan buktikan sendiri!!

Minggu, 12 Juni 2016

pendidikan islam di pesantren

pendidikan islam saat ini tengah mengalami pasang surut. pendidikan islam tak lagi mangarah kepada pendidikan yang berasaskan islam. lebih dari itu pendidikan kini hanya berfokus kepada pendidikan intelektual saja.

Nulis Maneh

mengapa  sulit sekali untuk menulis sebuah artikel? hanya lima halaman teman, tetapi akumerasa kesulitan. bagaimana ini, adakah solusi yang tepat untukku?
setelah ku pikir-pikir mungkin menulis itu juga membutuhkan perasaan. namun hasil yang didapat cenderung subyektif dan terbawa emosi. lalu harus bagaimana lagi aku menulis?
andaikan aku punya kamus kemana saja mungkin akan lebih mudah. atau teknologi terbaru yang bisa membaca pikiran manusia kemudian menuliskannya secara otomatis. tentu akan lebih mudah bukan?
 aku bukan ilmuwan yang mampu menciptakan berbagai temuan yang menakjubkan dunia. aku hanya seorang mahasiswi yang belum mengerti bagaimana cara menulis yang baik dan benar.
seseorang siapa pun tolong bantu aku?

ini temanya : pendidikan islam di pesantren
ayo bantu temannn